Searching...
Selasa, 22 April 2014

Sabak : alat tulis tempoe doeloe, batu tulis.

http://buku-lawas.blogspot.com


TERJUAL / SOLD OUT

bahan batu alam.
ukuran sabak 29 cm X 20,5cm grib 15,5 cm
 ada sedikit cuil di ujung atas, maklum alat sudah terpakai, 
seperti terlihat bekas dan patinanya , aus karena waktu dan usia. 
 minat untuk mengoleksinya
 hub 0858 6623 0-123

Untuk tambahan ilmu dan wawasan silahkan  baca.

 Kalau mengingat alat sekolah jaman dahulu khususnya alat tulis, sungguh sangat primitive jika dibandingkan dengan alat tulis masa kini. Anak sekolah jaman sekarang membawa tas yang sarat dengan buku-buku pelajaran dan buku tulis untuk mencatat atau mengerjakan tugas/ulangan. Bahkan ada sekolah yang mengharuskan siswanya untuk memiliki note book/laptop sebagai kelengkapan sekolahnya. Bagaimana dengan anak sekolah jaman dahulu?
Saya pernah mengalami sekolah menggunakan alat tulis yang disebut dengan sabak. Nama itu mungkin sangat asing di telinga anak sekolah jaman sekarang, tetapi tidak bagi yang bersekolah dan duduk di sekolah dasar pada era 60 an. Sabak dan grip merupakan alat tulis yang lazim digunakan sebagai ganti buku tulis pada saat itu. Mungkin waktu itu keberadaan buku tulis sangat langka atau kalau ada harganya juga mahal.

Cara menggunakan sabak
Sabak harus selalu berdampingan dengan grip. Sabak sebagai media untuk menulis sedangkan grip adalah alat tulisnya maka sampai sekarang tempat menyimpan pensil atau balpen disebut doosgrip, seharusnya kan doospen ya …
Jadi kalau mengerjakan tugas atau ulangan ya sabak itulah yang digunakan. Dengan menggoreskan grip yang runcing di permukaan sabak, akan menghasilkan bekas seperti menulis pada kertas menggunakan pensil, tetapi agak lebih jelas dari pensil. Menulis huruf, membuat angka pada pelajaran berhitung dan menggambarpun dengan menggunakan sabak dan grip. Bagaimana kalau mencatat? Itulah kelebihan anak sekolah jaman dahulu. Tidak mempunyai catatan, tetapi memahami pelajaran. Ingatan dan pendengaran sangat memegang peranan. Saat diterangkan guru mendengarkan dengan seksama dan menyimpan semua penjelasan guru dalam ingatan sebagai catatan.gambar sabak dan grip ( sumber: sagalana.blogspot.com)


0 komentar:

 
Back to top!