Klik aja gambar ini :
  • http://www.buku-lawas.com/2014/03/majalah-kanpo-berita-pemerintah-majalah.html

Senin, 01 Oktober 2012

Buku " SUNDA KECIL"tahun 1953

http://buku-lawas.blogspot.com


 Buku " SUNDA KECIL"tahun 1953
dikeluarkan oleh  Kementrian Penerangan
 Djawatan Kepulauan Sunda Kecil 
tebal buku 245 hal.
TERJUAL / SOLD OUT
minat hub 085866230123


Sunda Kecil adalah satu dari 10 provinsi pertama Republik Indonesia yang 
dibentuk berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 1950, Agustus 1950.

Beribu kota di Singaraja, pesisir utara Pulau Bali, Sunda Kecil meliputi 
wilayah sangat luas, yakni Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Timor (bagian NTT), 
Sumba, Alor, Lembata, Adonara, Rote, Sabu, dan sejumlah pulau kecil di 
sekitarnya. Sunda Kecil kemudian berganti nama menjadi Nusa Tenggara Tenggara 
(Nusra) berdasarkan UU Darurat No 9/1954. Nama Nusra sebenarnya telah 
digulirkan sebelumnya oleh Menteri P dan K saat itu, Prof M Yamin, pada 
kesempatan rapat pendidikan di Kupang, Pulau Timor, tahun 1953.
Nama Nusra pun ternyata hanya bertahan empat tahun. Sunda Kecil atau Nusra 
secara resmi menghilang dari administrasi pemerintahan tahun 1958. Itu terjadi 
menyusul pemekaran Sunda Kecil atau Nusra menjadi tiga provinsi: Bali, Nusa 
Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiga provinsi itu resmi 
lahir berdasarkan UU No 64/1958, tanggal 20 Desember 1958.

Sesuai pembagian wilayahnya, Provinsi Bali meliputi Pulau Bali, Nusa Penida, 
Nusa Lembongan, dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya. NTB dengan wilayah 
meliputi Pulau Lombok, Sumbawa, dan sejumlah pulau di sekitarnya. Sementara NTT 
meliputi Flores, Timor (bagian barat), Sumba, Alor, Lembata, Adonara, Solor, 
Sabu, Rote, dan ratusan pulau kecil lainnya.
 Catatan sejumlah sumber menggambarkan, derap Sunda Kecil sejak lahir hingga 
pemekarannya masih berkondisi rata-rata sama, yakni sama-sama termasuk kawasan 
terisolasi dan miskin.

Buku Republik Indonesia Provinsi Sunda Kecil (1953), misalnya, bahkan memberi 
contoh Bali sendiri, yang kini termasuk provinsi kaya di Indonesia, justru 
tidak pada waktunya mengetahui kalau Indonesia telah memproklamasikan 
kemerdekaannya 17 Agustus 1945. Warga Bali baru mengetahui secara pasti 
peristiwa proklamasi kemerdekaan itu akhir Agustus 1945, setelah mereka 
mengirim utusan pemudanya ke Jawa untuk mengonfirmasi masalah itu. 
Keterisolasian masih jadi kendala lambatnya penyebaran informasi. 
 
 Bali kini glamour, molek, kaya, dan mendunia karena industri pariwisata. 
Sejak tahun 1980-an, Bali tiap hari dikunjungi sedikitnya 1.500 orang wisatawan 
asing dari berbagai penjuru dunia.
 Bali kini glamour, molek, kaya, dan mendunia karena industri pariwisata. 
Sejak tahun 1980-an, Bali tiap hari dikunjungi sedikitnya 1.500 orang wisatawan 
asing dari berbagai penjuru dunia.
  Sumber ;KOMPAS/AYU SULISTYOWATI / Selasa, 9 Desember 2008 | 03:00 WIB 
Oleh FRANS SARONG

1 komentar: